Vietnam International Challenge 2025: Jepang Mendominasi, Tuan Rumah Bikin Kejutan

Turnamen bulutangkis CIPUTRA HANOI - YONEX SUNRISE Vietnam International Challenge 2025 resmi berakhir pada 30 Maret lalu. Bertempat di jantung ibu kota Vietnam, kejuaraan ini menjadi ajang unjuk kekuatan pemain muda dari berbagai negara Asia. Jepang keluar sebagai negara dengan raihan gelar juara terbanyak, sementara wakil tuan rumah menciptakan kejutan manis di akhir turnamen.

credit: Tang Chun Man Instagram Account

Babak final dibuka dengan partai ganda campuran yang berlangsung sengit. Pasangan asal Hong Kong, Tang Chun Man/Ng Tsz Yau, yang datang sebagai unggulan kelima, tampil solid menghadapi ganda Malaysia, Jimmy Wong/Lai Pei Jing. Dalam laga yang berlangsung selama 52 menit, Tang/Ng menang dengan skor tipis 21-19, 21-19. Kemenangan ini menjadi lanjutan performa positif mereka usai naik podium di Ruichang China Masters 2025 sebelumnya.

Sukses Hong Kong langsung disusul oleh dominasi Jepang. Di partai tunggal putri, unggulan kedua Manami Suizu tampil tanpa cela kala menghadapi wakil Thailand, Pitchamon Opatniputh. Suizu hanya butuh 45 menit untuk mengunci kemenangan 21-11, 21-9 dan mempersembahkan gelar pertama untuk Jepang di turnamen ini.

Pertarungan terpanjang terjadi di sektor tunggal putra. Wakil Thailand, Puritat Arree, harus berjuang keras menghadapi perlawanan tangguh dari Kok Jing Hong asal Malaysia. Dalam pertandingan yang berlangsung selama 1 jam 23 menit, Arree akhirnya keluar sebagai juara dengan skor 23-21, 17-21, 21-15. Pertarungan ini menjadi salah satu penampilan paling menguras tenaga dan emosi di turnamen ini.

Jepang kembali menunjukkan kekuatan di sektor ganda putri. Pasangan Hina Osawa/Akari Sato yang sedang dalam performa terbaik mereka, sukses menaklukkan unggulan ke-6 asal Taiwan, Hsu Ya-ching/Sung Yu-hsuan. Kemenangan 21-13, 21-12 mengukuhkan gelar ketiga mereka di tahun 2025, setelah sebelumnya berjaya di Sri Lanka International Challenge dan Sri Lanka International Series.

Namun, Jepang harus merelakan satu gelar lepas di laga terakhir. Ganda putra mereka, Kazuki Shibata/Naoki Yamada, yang berstatus unggulan keempat, harus mengakui keunggulan pasangan tuan rumah, Dinh Hoang Nguyen/Dinh Manh Tran. Dalam duel tiga gim yang memanas, pasangan Vietnam menang 21-19, 15-21, 21-15, membuat publik Hanoi bersorak gembira atas keberhasilan tuan rumah meraih gelar di hadapan pendukung sendiri.

Dengan penampilan yang solid dan raihan dua gelar, Jepang membuktikan konsistensi pembinaan bulutangkis mereka. Sementara bagi Vietnam, keberhasilan meraih gelar di sektor ganda putra menjadi momen yang membanggakan di ajang penuh persaingan ini.

CIPUTRA HANOI - YONEX SUNRISE 2025 tidak hanya jadi panggung prestasi, tetapi juga menjadi saksi lahirnya generasi baru yang siap menggebrak pentas dunia.

Komentar

POPULER