All England 2025: Indonesia Pulang Tanpa Gelar, Dominasi Asia Kian Terasa

YONEX All England Open Badminton Championships 2025 resmi berakhir. Turnamen bulutangkis tertua dan paling bergengsi di dunia ini kembali menghadirkan pertandingan-pertandingan seru dari para pebulutangkis elite dunia. Namun, hasil kurang menggembirakan harus diterima Indonesia. Pasukan Merah Putih gagal meraih satu pun gelar dari turnamen prestisius yang digelar di Birmingham tersebut.

Partai final dibuka dengan laga ganda campuran yang mempertemukan dua pasangan asal Tiongkok. Unggulan ke-7, Guo Xin Wa/Chen Fang Hui, keluar sebagai juara usai menaklukkan unggulan ke-5 sekaligus rekan senegaranya, Feng Yan Zhe/Wei Ya Xin, dalam pertarungan tiga gim: 21-16, 10-21, 23-21. Terciptanya All-Chinese Final ini menjadi bukti bahwa sektor ganda campuran Negeri Tirai Bambu masih sangat kuat, meskipun duet legendaris Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong telah pensiun.

Sementara itu, Jepang juga memastikan satu gelar juara melalui sektor ganda putri. Pasangan Nami Matsuyama/Chiharu Shida tampil solid untuk mengalahkan rekan senegaranya yang juga unggulan ke-6, Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto. Duel sesama wakil Jepang ini berakhir dengan skor 21-16, 14-21, 21-17 untuk kemenangan Matsuyama/Shida. Hasil ini sekaligus menunjukkan konsistensi Jepang di nomor ganda putri.

Dari sektor tunggal putra, Shi Yu Qi kembali membuktikan statusnya sebagai pemain terbaik dunia saat ini. Pebulutangkis asal Tiongkok itu sukses menyumbangkan gelar tambahan bagi negaranya setelah mengalahkan wakil Taiwan, Lee Chia Hao, dalam dua gim langsung: 21-17, 21-19. Permainan taktis dan penguasaan lapangan yang tenang menjadi kunci kemenangannya.

Pertandingan paling dinanti terjadi di nomor tunggal putri yang mempertemukan dua pemain terbaik dunia saat ini. An Se Young, unggulan pertama asal Korea Selatan, berhasil mempertahankan gelar juara All England usai membalikkan keadaan melawan unggulan kedua asal Tiongkok, Wang Zhi Yi. Setelah kalah di gim pertama, An Se Young bangkit dan merebut dua gim berikutnya untuk menang 13-21, 21-18, 21-18. Kemenangan ini semakin mengukuhkan dominasinya di sektor tunggal putri.

Partai pamungkas All England 2025 datang dari sektor ganda putra, sekaligus menjadi satu-satunya harapan Indonesia untuk membawa pulang gelar. Pasangan Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana harus mengakui keunggulan wakil Korea Selatan, Seo Seung Jae/Kim Won Ho. Dalam laga ketat dua gim, Seo/Kim tampil lebih solid dan menang dengan skor tipis 21-19, 21-19. Hasil ini menutup peluang Indonesia membawa pulang trofi dari ajang ini.

Ketiadaan gelar dari All England 2025 tentu menjadi alarm bagi bulutangkis Indonesia. Sebagai salah satu kekuatan tradisional dunia, harapan publik Tanah Air selalu tinggi terhadap prestasi di panggung besar seperti ini. Meski belum membuahkan hasil tahun ini, semangat dan perjuangan para pemain tetap layak diapresiasi.

Ke depan, evaluasi dan pembenahan menyeluruh menjadi pekerjaan rumah bagi PBSI, agar Indonesia kembali kompetitif dan mampu bersaing memperebutkan gelar di ajang-ajang besar lainnya.

Komentar

POPULER