Indonesia dan Thailand Borong Gelar di FZ FORZA Alpes International U19 2025

Turnamen bulutangkis FZ FORZA Alpes International U19 2025 resmi berakhir dengan sukses, menampilkan pertarungan sengit para talenta muda dari berbagai negara. Kejuaraan berlevel Junior International Challenge ini berlangsung meriah dan penuh kejutan, dengan Indonesia dan Thailand masing-masing membawa pulang dua gelar juara. Partai final digelar di dua lapangan berbeda, memperlihatkan kualitas dan kedalaman kekuatan para pemain muda dunia.

Di lapangan 1, partai final pertama mempertemukan pasangan Indonesia, Muhammad Vito Annafsa/Grendly Alkatib Lumintang, yang merupakan unggulan keenam, menghadapi pasangan unggulan pertama asal Prancis, Thibault Gardon/Ewan Goulin, di sektor Ganda Putra U-19. Meski sempat kalah telak di gim pertama, pasangan Indonesia menunjukkan ketangguhan mental dan bangkit untuk menang 8-21, 21-13, 21-17, sekaligus menyumbang gelar pertama bagi Merah Putih.

Tak lama berselang, wakil Indonesia lainnya, Denis Azzarya, tampil dominan di partai final Tunggal Putra U-19. Ia menghadapi unggulan kedua asal Uni Emirat Arab, Bharath Latheesh, dan menang meyakinkan dua gim langsung, 21-10, 21-13. Dengan hasil ini, Indonesia memastikan dua gelar dari sektor putra.

Sementara itu, laga terakhir di lapangan 1 menghadirkan partai Ganda Campuran U-19 yang mempertemukan Thibault Gardon, yang sebelumnya kalah di ganda putra, kini tampil bersama Lily Gautier sebagai unggulan kelima dari Prancis. Mereka menghadapi pasangan Thailand, Kodchaporn Chaichana/Patcharakit Apiratchataset. Kodchaporn sebelumnya telah meraih gelar ganda putri. Namun, di partai ini, pasangan Prancis berhasil mengobati luka dengan kemenangan 21-15, 21-16, dan mengamankan gelar di sektor campuran.

Di lapangan 2, pertandingan dibuka dengan final Ganda Putri U-19 yang mempertemukan pasangan unggulan pertama asal Thailand, Kodchaporn Chaichana/Pannawee Polyiam, melawan wakil Indonesia, Keyla Annisa Putri/Micha Leona Luthfia Wardoyo. Unggulan utama dari Thailand tampil superior dan menang telak 21-9, 21-9, memberikan gelar pertama bagi Negeri Gajah Putih.

Final lapangan 2 ditutup dengan partai Tunggal Putri U-19 antara unggulan pertama asal Thailand, Anyapat Phichitpreechasak, dan wakil Jerman yang juga unggulan keempat, Gloria Poluektov. Anyapat bermain stabil dan agresif sejak awal, dan menang dua gim langsung dengan skor identik 21-13, 21-13, sekaligus memastikan gelar kedua untuk Thailand.

Dengan hasil ini, Indonesia dan Thailand sama-sama mengoleksi dua gelar, sementara Prancis membawa pulang satu gelar sebagai tuan rumah. Turnamen ini tidak hanya menjadi panggung pembuktian bakat muda, tetapi juga memberi gambaran cerah tentang masa depan bulutangkis dunia.

Komentar

POPULER