Jepang Dominasi Sri Lanka International Series 2025, Total Lima Gelar Diperebutkan
Kejuaraan HUNDRED Sri Lanka International Series 2025 resmi berakhir dengan catatan gemilang bagi Jepang yang keluar sebagai negara dengan raihan gelar terbanyak. Turnamen bulu tangkis yang memperebutkan total hadiah sebesar $5,000 ini menyuguhkan pertandingan-pertandingan seru dari para pemain muda dan berpengalaman di kawasan Asia.
Final dibuka dengan laga ganda campuran, mempertemukan unggulan kedua asal Jepang, Yuta Watanabe/Maya Taguchi, melawan pasangan Thailand, Ratchapol Makkasasithorn/Nattamon Laisuan. Watanabe, peraih medali perunggu Olimpiade Tokyo 2020 dan Paris 2024, tampil dominan bersama pasangan barunya. Mereka menang dua gim langsung 21-15, 21-16, menandai awal yang manis bagi Jepang.
Thailand, yang dikenal sebagai lumbung pemain tunggal putri, juga tak pulang dengan tangan hampa. Tidapron Kleebyeesun, unggulan keenam, membuat kejutan besar dengan menundukkan unggulan kedua sekaligus salah satu rising star Thailand, Lalinrat Chaiwan. Sempat tertinggal di gim pertama, Tidapron bangkit dan menang 13-21, 21-14, 21-14. Kemenangan ini menegaskan bahwa Thailand tak pernah kehabisan talenta di sektor tunggal putri.
Jepang kembali menambah koleksi gelarnya lewat pasangan Hina Osawa/Akari Sato di sektor ganda putri. Dalam duel sengit melawan pasangan Korea Selatan Kim Min Ji/Kim Yu Jung, mereka menang dengan skor ketat 21-19, 17-21, 21-13. Gelar ini merupakan yang kedua bagi Osawa/Sato secara berturut-turut di turnamen Sri Lanka, membuktikan konsistensi mereka di level internasional.
Di sektor ganda putra, Malaysia memastikan satu gelar setelah menciptakan All Malaysian Final. Pertarungan dua pasangan unggulan berjalan ketat. Unggulan pertama Goonting Bryan Jeremy/M Fazriq Mohamad Razif akhirnya keluar sebagai juara setelah membalikkan keadaan atas unggulan kedua Goh Boon Zhe/Wong Vin Sean dengan skor 17-21, 21-16, 21-18.
Partai terakhir mempertandingkan sektor tunggal putra, mempertemukan wakil Indonesia satu-satunya di babak final, Jelang Fajar, dengan tuan rumah Buwaneka Goonethilleka. Meski tampil di bawah tekanan publik tuan rumah, Jelang Fajar tampil impresif dan menang dua gim langsung 21-18, 21-13, mempersembahkan satu gelar untuk Merah Putih.
Kejuaraan ini kembali menjadi ajang pembuktian bagi para pemain muda dan sekaligus penegasan dominasi Jepang di arena internasional. Dengan performa konsisten dari para atletnya, Jepang layak dinobatkan sebagai negara paling sukses di edisi Sri Lanka International Series tahun ini.


Komentar
Posting Komentar