Thailand dan Tiongkok Berbagi Gelar di TOYOTA PHUKET International Series 2025
Kejuaraan bulutangkis TOYOTA PHUKET International Series 2025 resmi berakhir pada 6 April lalu setelah digelar selama enam hari di Phuket, Thailand. Sebagai tuan rumah, Thailand menunjukkan dominasi di babak final, namun harus puas berbagi gelar dengan Tiongkok yang tampil tangguh di beberapa sektor.
Turnamen ini dibuka dengan partai final tunggal putri yang mempertemukan unggulan keempat asal Thailand, Tidapron Kleebyeesun, dengan wakil Tiongkok, Xu Wen Jing. Kleebyeesun, yang sebelumnya telah meraih gelar juara International Series di awal tahun ini, kembali menunjukkan performa konsisten. Bermain tenang namun agresif, ia mengamankan kemenangan dua gim langsung dengan skor 21-17, 23-21, sekaligus memberikan gelar pertama bagi tuan rumah.
Namun, Tiongkok tak tinggal diam. Mereka langsung membalas di nomor ganda campuran lewat pasangan unggulan kedua, Gao Jia Xuan/Wu Meng Ying, yang tampil solid menghadapi pasangan asal Malaysia, Jimmy Wong/Lai Pei Jing. Dalam pertandingan berdurasi 39 menit itu, pasangan Tiongkok menang meyakinkan 21-17, 21-16.
Taiwan pun turut mencatatkan nama di daftar peraih gelar. Lewat unggulan pertama Wang Po-Wei di sektor tunggal putra, Taiwan sukses menaklukkan wakil Korea Selatan, Cho Geon-yeop, yang datang sebagai unggulan ketujuh. Wang menang dua gim langsung dengan skor 21-19, 21-13, dan membawa pulang satu-satunya gelar bagi negaranya.
Thailand kembali menambah pundi-pundi gelar di partai final ganda putri, yang mempertemukan dua pasangan dari negara tuan rumah. Tidapron Kleebyeesun, yang juga tampil di sektor tunggal, kali ini turun bersama Nattamon Laisuan sebagai unggulan pertama. Mereka menghadapi rekan senegara, Atitaya Povanon/Patida Srisawat, unggulan ketujuh. Kleebyeesun dan Laisuan tampil dominan dan menang mudah 21-13, 21-15, sekaligus menjadi gelar kedua bagi Kleebyeesun di turnamen ini.
Partai pamungkas di sektor ganda putra menjadi milik Tiongkok. Unggulan keempat, Chen Xu Jun/Guo Ruo Han, harus bekerja keras menghadapi pasangan tuan rumah, Pharanyu Kaosamaang/Tanadon Punpanich. Dalam pertandingan ketat berdurasi 80 menit, pasangan Tiongkok akhirnya keluar sebagai juara setelah menang dalam tiga gim dengan skor 19-21, 21-15, 21-18.
Dengan berakhirnya turnamen ini, Thailand dan Tiongkok masing-masing mengoleksi dua gelar, sementara Taiwan mengamankan satu. Turnamen ini tidak hanya memperlihatkan persaingan ketat antar negara, tetapi juga menandai bangkitnya beberapa pemain muda yang patut diperhitungkan di masa depan.


Komentar
Posting Komentar