Kejuaraan Bulu Tangkis Eropa 2025: Sejarah Tercipta dan Dominasi Baru di Berbagai Sektor
Kejuaraan Bulu Tangkis Eropa (European Championships) edisi 2025 menghadirkan sejumlah kejutan, sejarah baru, serta dominasi dari negara-negara yang selama ini menjadi kekuatan bulu tangkis Benua Biru. Turnamen yang berlangsung pada pertengahan April ini menyajikan drama dan prestasi dari berbagai sektor, terutama pada laga final yang digelar selama dua hari, 12 dan 13 April 2025.
Ganda Campuran: Denmark Ulang Sejarah
Final hari pertama dibuka dengan laga seru di sektor ganda campuran, yang mempertemukan dua unggulan teratas. Pasangan unggulan pertama asal Prancis, Thom Gicquel/Delphine Delrue harus mengakui keunggulan wakil Denmark, Jesper Toft/Amalie Magelund yang merupakan unggulan kedua. Dalam pertandingan ketat dua gim, pasangan Denmark keluar sebagai juara dengan skor 21-18, 21-19.
Hasil ini mengulang prestasi pasangan legendaris Denmark, Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen, yang terakhir kali membawa pulang gelar di sektor ini pada tahun 2016. Selain emas, Denmark dan Prancis juga berbagi medali perunggu lewat pasangan Mads Vestergaard/Christine Busch (Denmark, unggulan 3) dan Julien Maio/Lea Palermo (Prancis, unggulan 8).
Ganda Putri: Stoeva Bersaudara Raih Gelar Keempat
Di laga berikutnya, Bulgaria mencuri perhatian lewat duo kakak-beradik Gabriela dan Stefani Stoeva yang sukses mengklaim gelar keempat mereka di European Championships. Sebagai unggulan pertama, mereka tampil dominan saat menaklukkan pasangan Denmark unggulan keenam, Natasja P. Anthonisen/Maiken Fruergaard dengan skor 21-11, 21-16.
Kemenangan ini menjadi ajang penebusan bagi Stoeva bersaudara, setelah tahun lalu harus puas sebagai runner-up usai kalah dari pasangan Prancis, Margot Lambert/Anne Tran. Tahun ini, Lambert yang bermain dengan pasangan baru Camille Pognante, hanya mampu meraih medali perunggu. Medali perunggu lainnya didapat oleh pasangan lintas negara, Debora Jille (Belanda) dan Sara Thygesen (Denmark).
Tunggal Putra: Alex Lanier Ukir Sejarah untuk Prancis
Final hari kedua dibuka dengan laga sesama pemain Prancis di sektor tunggal putra. Unggulan ketiga, Alex Lanier, tampil impresif saat mengalahkan unggulan keempat, Toma Junior Popov, dengan skor 21-17, 21-18. Kemenangan ini sangat bersejarah karena menjadikan Lanier sebagai pebulutangkis Prancis pertama yang merebut gelar tunggal putra sejak kejuaraan ini pertama kali digelar pada 1968.
Tak hanya itu, Prancis mendominasi podium di sektor ini. Medali perunggu juga diraih oleh wakil Prancis lainnya, Christo Popov (unggulan 5), serta Aria Dinata, wakil Kroasia yang sebelumnya pernah membela Indonesia. Medali ini menjadi yang pertama bagi Kroasia dalam sejarah turnamen.
Tunggal Putri: Denmark Akhiri Penantian Panjang
Absennya Carolina Marin, juara bertahan tujuh edisi terakhir dari Spanyol, membuka peluang bagi negara lain untuk mencicipi gelar juara. Kesempatan ini dimanfaatkan dengan baik oleh unggulan pertama asal Denmark, Line Højmark Kjærsfeldt. Ia keluar sebagai juara usai menaklukkan wakil Skotlandia, Kirsty Gilmour (unggulan 3), dengan skor 21-16, 21-17.
Bagi Gilmour, ini adalah kali kelima ia meraih medali perak setelah sebelumnya selalu dikalahkan Marin pada edisi 2016, 2017, 2022, dan 2024. Sementara bagi Denmark, kemenangan Kjærsfeldt mengakhiri penantian gelar di sektor tunggal putri sejak terakhir kali dimenangkan oleh Tine Baun pada 2012.
Medali perunggu diraih oleh Julie Dawall Jakobsen (Denmark) dan Vivien Sandorhazi dari Hungaria, yang mencatatkan sejarah sebagai medali pertama bagi negaranya di ajang ini.
Ganda Putra: Prancis Sapu Bersih Podium Teratas
Prancis memastikan satu lagi gelar juara lewat laga sesama pasangan mereka di sektor ganda putra. Unggulan keempat, Christo Popov/Toma Junior Popov berhasil mengalahkan pasangan unggulan kedelapan, Eloi Adam/Leo Rossi melalui pertarungan ketat rubber set: 21-12, 18-21, 21-18. Kemenangan ini menjadikan mereka sebagai ganda putra Prancis pertama yang meraih gelar juara Eropa sejak turnamen ini dimulai.
Sementara itu, dua medali perunggu disumbang oleh pasangan Denmark: Rasmus Kjær/Frederik Søgaard (unggulan 3) dan Daniel Lundgaard/Mads Vestergaard (unggulan 6).
European Championships 2025 menjadi turnamen penuh warna yang memperlihatkan kekuatan merata dari berbagai negara Eropa. Kejutan demi kejutan, rekor baru, hingga kebangkitan negara-negara seperti Prancis dan Denmark, menjadikan turnamen ini sebagai salah satu edisi paling bersejarah dalam sejarah bulu tangkis Eropa.


Komentar
Posting Komentar