Orleans Masters 2025: Korea Selatan Borong Gelar, Prancis Cetak Sejarah Lewat Alex Lanier
Turnamen Orleans Masters Badminton 2025 presented by VICTOR sukses digelar meriah dan menjadi ajang pemanasan penting menjelang All England. Turnamen yang digelar di Prancis ini berhasil menarik perhatian banyak pemain top dunia, dengan laga-laga final yang berlangsung sengit dan penuh kejutan.
Final dibuka dengan pertandingan sektor ganda campuran. Satu-satunya wakil Indonesia yang tersisa, pasangan Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja, harus mengakui keunggulan pasangan Denmark unggulan kelima, Jesper Toft/Amalie Magelund. Dalam dua gim yang cukup ketat, Rehan/Gloria tumbang dengan skor 17-21, 13-21, sekaligus mengakhiri langkah Indonesia di Orleans tahun ini.
Korea Selatan menjadi negara paling dominan dengan raihan tiga gelar. Satu gelar pertama datang dari sektor ganda putri, yang mempertemukan dua pasangan terbaik mereka dalam laga All Korean Finals. Unggulan pertama Baek Ha Na/Lee So Hee harus menyerah dari unggulan keenam, Kim Hye Jeong/Kong Hee Yong, dengan skor tipis 18-21, 21-23. Pertarungan ketat ini menunjukkan betapa dalamnya kekuatan sektor ganda putri Negeri Ginseng.
Gelar kedua Korea datang dari An Se Young, pebulutangkis tunggal putri terbaik dunia saat ini. Ia menunjukkan kelasnya saat menghadapi lawan tangguh, Chen Yu Fei, peraih medali emas Olimpiade 2020. An Se Young tampil solid dan menang dua gim langsung, 21-14, 21-15, sekaligus menegaskan statusnya sebagai favorit kuat di turnamen-turnamen besar tahun ini.
Di sektor ganda putra, kejutan besar terjadi. Pasangan Kang Min Hyuk/Ki Dong Ju berhasil menundukkan unggulan pertama asal Tiongkok, Liang Wei Keng/Wang Chang. Setelah bermain selama tiga gim penuh, pasangan Korea menang 21-13, 18-21, 21-18. Kemenangan ini menjadi pembuktian bahwa ganda putra Korea masih sangat kompetitif di kancah internasional.
Sementara itu, tuan rumah Prancis juga turut mencetak sejarah di hadapan publik sendiri. Alex Lanier, unggulan keempat dan satu-satunya wakil Prancis di babak final, tampil luar biasa dengan mengalahkan unggulan kedua asal Taiwan, Lin Chun-yi, 21-13, 21-18. Kemenangan ini sangat berarti, tidak hanya untuk Lanier, tetapi juga untuk perkembangan bulu tangkis Prancis yang kini semakin diperhitungkan di level elite.
Dengan atmosfer yang hangat dan partisipasi pemain-pemain top dunia, Orleans Masters 2025 sukses menjadi panggung pemanasan ideal menjelang All England. Dominasi Korea Selatan, performa mengejutkan Prancis, dan persaingan sengit antar pemain elite menjadikan turnamen ini layak dikenang sebagai salah satu edisi terbaik sepanjang sejarahnya.


Komentar
Posting Komentar