Bank of Ningbo Badminton Asia Championships 2025: Sejarah, Kebangkitan, dan Kemenangan Emosional
Kejuaraan Asia 2025 resmi berakhir dengan menghadirkan beragam cerita, mulai dari kemenangan bersejarah hingga comeback emosional. Digelar dengan atmosfer kompetitif tinggi, turnamen ini mempertemukan deretan pebulutangkis terbaik dari seluruh Asia dan menyuguhkan aksi luar biasa yang layak dikenang.
Ganda Campuran: Kemenangan Mengharukan dari Hong Kong
Laga final dibuka dengan duel seru di sektor ganda campuran antara pasangan unggulan kelima dari Hong Kong, Tang Chun Man/Tse Ying Suet, melawan pasangan Jepang unggulan kedelapan, Hiroki Midorikawa/Natsu Saito. Cerita menarik datang dari pasangan Hong Kong, terutama Tse Ying Suet yang sempat vakum bertanding akibat didiagnosis teratoma berukuran 7,5 cm di area panggul. Usai menjalani operasi dan masa pemulihan sejak Januari, ia kembali ke lapangan bersama Tang Chun Man dan tampil luar biasa.
Keduanya menang dengan skor 21-15, 17-21, 21-13 dan mengulang kejayaan pasangan Hong Kong sebelumnya, Lee Chun Hei/Chau Hoi Wah yang menjuarai ajang ini pada 2014. Medali perunggu diraih oleh pasangan unggulan pertama asal China, Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin, serta pasangan muda Indonesia, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu.
Tunggal Putri: Chen Yu Fei Raih Gelar Asia Pertama
China memastikan gelar di sektor tunggal putri melalui Chen Yu Fei yang sukses menaklukkan unggulan kedua sekaligus rekan senegaranya, Han Yue, dalam laga rubber set: 11-21, 21-14, 21-9. Ini menjadi gelar juara Asia pertama bagi Chen dan menjadi penebusan manis atas kekalahannya di final tahun lalu melawan Wang Zhi Yi.
Rekor dominasi China semakin kuat dengan raihan medali perunggu dari Gao Fang Jie, serta tambahan perunggu dari wakil Korea Selatan, Sim Yu Jin.
Ganda Putri: Liu Sheng Shu/Tan Ning Bangkit dan Juara
Pasangan unggulan pertama dari China, Liu Sheng Shu/Tan Ning, tampil solid dalam laga final menghadapi pasangan Jepang, Nami Matsuyama/Chiharu Shida (unggulan 3). Lewat dua gim langsung 21-15, 21-19, Liu/Tan sukses memperbaiki capaian mereka dari edisi sebelumnya, di mana mereka hanya meraih perunggu.
Dua pasangan China lainnya juga tampil kuat dan mengamankan medali perunggu: Chen Qing Chen/Jia Yi Fan, juara edisi 2019 dan 2022, serta Zhang Shu Xian/Zheng Yu, yang merupakan finalis tahun lalu.
Tunggal Putra: Sejarah Baru dari Thailand
Salah satu momen paling bersejarah dalam kejuaraan ini datang dari sektor tunggal putra. Untuk pertama kalinya sejak 1962, Thailand memiliki juara Asia di nomor ini lewat tangan Kunlavut Vitidsarn. Unggulan ketiga ini tampil dominan di set pertama melawan wakil China, Lu Guang Zu, dengan skor 21-12. Saat memimpin 11-6 di interval set kedua, Lu memutuskan mundur dari pertandingan karena cedera, memastikan gelar bagi Kunlavut.
Ini menjadi tonggak sejarah penting bagi bulu tangkis Thailand. Medali perunggu diraih oleh Li Shi Feng (China, unggulan 4) dan Loh Kean Yew dari Singapura (unggulan 8).
Ganda Putra: Malaysia Akhiri Penantian Panjang
Final ditutup dengan kemenangan manis bagi Malaysia di sektor ganda putra. Aaron Chia/Soh Wooi Yik, unggulan keenam, menaklukkan pasangan tuan rumah Chen Bo Yang/Liu Yi dengan skor 21-19, 21-17. Ini merupakan gelar pertama Malaysia di sektor ini dalam 18 tahun, setelah terakhir kali diraih oleh Choong Tan Fok/Lee Wan Wah pada 2007.
Sementara itu, medali perunggu diraih oleh pasangan unggulan kedua dari China, Liang Wei Keng/Wang Chang, serta wakil Indonesia, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana.
Turnamen yang Sarat Makna
Bank of Ningbo Badminton Asia Championships 2025 menyuguhkan lebih dari sekadar kompetisi—ia menghadirkan cerita ketangguhan, pemulihan, dan sejarah baru. Dari comeback luar biasa Tse Ying Suet, gelar perdana Chen Yu Fei, hingga tonggak bersejarah Kunlavut Vitidsarn, turnamen ini menjadi saksi lahirnya bintang dan pencapaian-pencapaian yang akan dikenang di peta bulu tangkis Asia.


Komentar
Posting Komentar