Tatjana Maria Ukir Sejarah di Queen's Club: Juara di Usia 37 Tahun

      credit: Tatjana Maria Instagram Account

Di tengah gemerlapnya Queen's Club Championships 2025, sebuah kisah luar biasa ditulis oleh petenis veteran asal Jerman, Tatjana Maria. Merangkak dari babak kualifikasi dan mengalahkan nama-nama besar di sepanjang jalan, Maria menutup pekan yang menakjubkan dengan kemenangan 6–3, 6–4 atas unggulan kedelapan asal Amerika Serikat, Amanda Anisimova, di partai final tunggal putri.

Kemenangan ini bukan sekadar gelar—ini adalah tonggak sejarah. Di usia 37 tahun 10 bulan, Tatjana Maria menjadi wanita tertua yang memenangkan gelar tunggal WTA 500. Ia juga menjadi pemain tertua yang merebut gelar WTA sejak Serena Williams, yang saat itu juga seorang ibu dan menang di Auckland tahun 2020 pada usia 38 tahun.

Mengalahkan Para Unggulan
Perjalanan Maria ke podium juara tidak datang dengan mudah. Dari awal turnamen, ia menghadapi tantangan berat—dan menaklukkannya satu demi satu:

Babak pertama: Mengalahkan Leylah Fernandez, runner-up US Open 2021, dengan permainan taktis yang menunjukkan keunggulannya dalam membaca ritme lawan.

Babak kedua: Menundukkan Karolina Muchova, unggulan keenam dan finalis Roland Garros 2023, dengan penampilan penuh determinasi.

Perempat final: Menorehkan kejutan besar dengan mengalahkan unggulan keempat, Elena Rybakina, juara Wimbledon 2022, dalam duel yang penuh tekanan.

Semifinal: Menumbangkan unggulan kedua dan juara Australian Open 2025, Madison Keys, mempertegas bahwa Maria bukan sekadar kisah nostalgia—dia adalah ancaman nyata di lapangan rumput.

Lebih dari Sekadar Gelar
Tatjana Maria bukan hanya juara, dia adalah inspirasi. Sebagai seorang ibu dua anak yang terus melanjutkan karier profesionalnya di tengah dunia tenis yang semakin kompetitif, Maria membuktikan bahwa usia hanyalah angka. Ia membungkam keraguan, menantang batasan, dan memberikan harapan bagi para atlet yang ingin terus berkarya meski usia tak lagi muda.

Kemenangan di Queen’s Club bukan sekadar kejayaan personal, tapi juga penegasan bahwa semangat, kerja keras, dan cinta pada permainan bisa membawa siapa pun—bahkan dari babak kualifikasi—menuju sejarah.

Tatjana Maria, sang petarung veteran, kini telah mencatat namanya dalam buku rekor tenis dunia—dengan tinta keberanian dan dedikasi.

Komentar

POPULER