🇮🇩 KAPAL API Indonesia Open 2025: Antonsen Raih Balas Dendam, Prancis Ukir Sejarah, Indonesia Tanpa Gelar

Turnamen prestisius KAPAL API Indonesia Open 2025 sukses digelar pada 3–8 Juni di Jakarta. Berstatus BWF World Tour Super 1000, ajang ini merupakan salah satu dari tiga turnamen dengan kasta tertinggi dalam kalender bulu tangkis dunia, menyuguhkan total hadiah fantastis sebesar USD 1.450.000. Selama sepekan, para pemain elite dunia bertarung sengit untuk memperebutkan gelar juara, namun Indonesia harus puas tanpa satu pun gelar di rumah sendiri.

🔥 Final Hari Terakhir: Penuh Drama dan Sejarah
🎯 Ganda Campuran: Prancis Cetak Sejarah!
Pasangan Prancis Thom Gicquel / Delphine Delrue menorehkan sejarah besar di Istora Senayan. Mereka menjadi pasangan Prancis pertama yang menjuarai Indonesia Open sejak turnamen ini digelar pertama kali pada 1982. Dalam laga final, mereka tampil solid menundukkan unggulan keenam dari Thailand, Dechapol Puavaranukroh / Supissara Paewsampran, dengan skor 21-16, 21-18. Padahal, Gicquel/Delrue sempat hampir tersingkir di babak pertama saat menghadapi wakil tuan rumah, Rehan/Gloria.

🧨 Tunggal Putri: An Se-young Kembali Perkasa
Pemain andalan Korea Selatan, An Se-young, yang menjadi unggulan pertama, tampil penuh daya juang menghadapi unggulan kedua asal China, Wang Zhi Yi. Dalam duel berdurasi 1 jam 21 menit, An membalikkan keadaan setelah kalah di gim pertama dan menutup laga dengan skor 13-21, 21-19, 21-15. Gelar ini semakin mengukuhkan dominasinya di sektor tunggal putri dunia.

🏸 Ganda Putri: Gelar Kembali ke China
Setelah absen selama 7 tahun, gelar ganda putri kembali ke tangan wakil Tiongkok. Unggulan pertama Liu Sheng Shu / Tan Ning menampilkan ketangguhan luar biasa saat menaklukkan ganda putri Malaysia Pearly Tan / Thinaah Muralitharan. Lewat laga berdurasi 1 jam 27 menit, Liu/Tan menang dramatis 23-25, 21-12, 21-19. Terakhir kali China menjuarai sektor ini adalah tahun 2017 lewat Chen Qing Chen / Jia Yi Fan.

⚔️ Tunggal Putra: Antonsen Balas Dendam
Pemain Denmark, Anders Antonsen, berhasil membayar tuntas kekalahannya di final edisi 2024. Kali ini, Antonsen yang merupakan unggulan ketiga, mengalahkan Chou Tien-chen (unggulan keenam dari Taiwan) dua gim langsung 22-20, 21-14. Kemenangan ini menjadi pembuktian atas kebangkitan konsistensinya di level Super 1000.

🇮🇩 Ganda Putra: Harapan Indonesia Pupus
Satu-satunya wakil Indonesia di final, Sabar Karyaman Gutama / Muhammad Reza Pahlevi Isfahani, tak mampu membendung permainan agresif pasangan Korea Selatan, Kim Won-ho / Seo Seung-jae. Meskipun menang di gim pertama, pasangan unggulan kedelapan ini harus menyerah 21-18, 19-21, 12-21 dalam pertarungan tiga gim selama lebih dari satu jam. Hasil ini memastikan Indonesia kembali tanpa gelar juara di rumah sendiri.

📌 Catatan Akhir: Momentum dan Evaluasi
KAPAL API Indonesia Open 2025 menyuguhkan final yang berkualitas tinggi, dari laga penuh comeback, drama tiga gim, hingga sejarah baru dari negara non-Asia. Bagi Indonesia, hasil ini bisa menjadi bahan refleksi menjelang turnamen-turnamen besar berikutnya, termasuk Olimpiade Paris 2024 yang kian mendekat.

Siapa pemain favoritmu di turnamen ini? Komentar dan dukung terus atlet bulutangkis dunia di blog ini!
📢 Jangan lupa pantau terus kabar bulutangkis internasional, dari Super 100 hingga Super 1000 – semua lengkap di sini!

Komentar

POPULER