Resensi Novel Obsesi
Judul : Obsesi
Penulis : Lexie Xu
ISBN : 978-979-22-6270-4
Cetakan
Pertama : Oktober 2010
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Halo,
namaku Jenny Angkasa dan hidupku saat ini bagaikan deretan mimpi buruk.
Pertama-tama,
aku dimusuhi Hanny, cewek paling populer di sekolah yang tadinya adalah
sahabatku satu-satunya. Mantan sohibku itu kini menganggapku lebih rendah
daripada amuba, bahkan aku dikutuk untuk menjalani hidup sial selamanya.
Kedua,
dua teman sekelasku yang memiliki nama yang sama denganku mengalami kecelakaan
yang sangat mengerikan. Berdasarkan observasi umum, aku akan menjadi korban
berikutnya. Bagaimana aku tidak deg-degan?
Ketiga,
aku mulai uring-uringan tinggal di rumah yang sudah kudiami selama enam tahun
terakhir ini. Memang sih, kabarnya rumahku dihantui oleh wanita bergaun putih
dan berambut panjang serta seorang anak perempuan kecil. Tapi selama ini kami
hidup berdampingan tanpa saling mengganggu kok. Kini, mendadak saja di rumahku
muncul kejadian misterius.
Apa
yang terjadi sebenarnya? Benarkah penyebab semua masalah ini adalah hantu-hantu
masa lalu? Atau gara-gara kutukan Hanny yang ternyata manjur banget?
Atau
ada misteri lain di balik semua ini?
Sudah cukup lama baca buku ini, tapi nggak sempat di
resensi. Akhirnya kemarin menyempat baca ulang dengan meminjam di ipusnas dan
posting di blog. Ini buku kak Lexie pertama yang aku baca. Menurut saya, cerita
yang diangkat dalam novel ini cukup menarik karena bergenre thriller, namun
berlatar belakang sekolah.
Pembaca dapat melihat setiap peristiwa dari dua sudut
pandang tokoh utama. Dengan adanya dua sudut pandang ini memudahkan
pembaca dalam memahami alur dari kedua tokoh, karena kedua tokoh utama akan
mengalami hal yang berbeda. Meskipun memiliki dua sudut pandang, penulis
menceritakannya dengan baik, sehingga pembaca tidak akan merasa kebingungan.
Justru makin memudahkan pembaca memahami alur ceritanya.
Penulis juga menghadirkan dua tokoh lain yang melengkapi
tokoh utama, Tony dan Markus. Hanya saja karena porsi keduanya cukup banyak dan
sifat kedua karakter ini cenderung jenaka, jadi sedikit mengurangi kengerian
psikopat dalam buku ini. Di sisi lain, dengan sifat kocaknya tersebut mereka
dapat menghibur pembaca dengan tingkat konyolnya.
Walaupun bergenre thriller, bagian thrillernya baru
keluar di pertengahan hingga akhir. Mungkin karena novel ini termasuk ke dalam
teenlit dan baru sebatas pengelan mengingat ini adalah buku pertama Johan
series, jadi sisi romance dalam buku ini juga ikut ditonjolkan. Sedangkan, sisi
thrillernya baru sedikit dikeluarkan, tapi itu cukup lumayan untuk ukuran buku
pertama. Penulis juga sudah cukup mengeksplor sosok Johan, namun, karena sisi
romance di buku ini juga dominan, jadi terkesan ketutupan. Untuk buku pertama,
aku rasa buku ini sudah cukup menarik minat pembaca untuk mengikuti kisah
Johan. Menurutku ilustrasi cover terbaru dari series ini bagus banget & eye
catching.



Komentar
Posting Komentar