Kebangkitan Tunggal Putri China

 

Beberapa tahun silam tunggal putri China mengalami kemunduran. Habisnya masa keemasan Wang Yihan & Wang Shixian, serta Cederanya Li Xuerui membuat amunisi putri China sedikit menurun. Ditambah lagi, meningkatnya penampilan tunggal putri negara lain. Hal ini membuat dominasi China di nomor ini sedikit menciut.

Chen Yufei salah satu aktor di sektor ini. Ia berhasil membawa angin segar bagi tunggal putri China. Kembalinya gelar All England ke tangan China dan bertambahnya gelar yang diraih pada tahun 2019 menandakan kebangkitan negeri tirai bambu di nomor ini. Selama tahun 2019, ia mengoleksi 7 gelar World Tour dari berbagai level dan membawanya ke peringkat satu dunia.

Ditundanya pesta olahraga olimpiade dan vakumnya China dalam mengikuti kejuaraan tidak menghalangi jalan Yufei merebut medali di ajang bergengsi tersebut. Perjalanannya hingga ke partai final tidak mendapat halangan yang berarti, ia hanya melakoni laga rubber game Ketika bertemu rekan senegaranya He Bingjiao di semifinal dan Tai Tzu Ying di partai final.

Capaian Yufei menambah pundi-pundi emas China di tunggal putri. Tercatat sejak dipertandingkan pada tahun 1992, China sudah mengoleksi 5 medali emas. Ia membawa pulang medali emas, setelah di olimpiade sebelumnya China nihil medali di nomor ini.


Berikut perjalanan Chen Yufei dari fase grup hingga babak final:

Grup A                       Doha Hany (Mesir)                              21-5 21-3

Grup A                       Neslihan Yigit (Turki)                          21-14 21-9

Perempat Final        An Seyoung (7/Korea)                         21-18 21-19

Semifinal                   He Bing Jiao (8/China)                       21-16 13-21 21-12

Final                           Tai Tzu Ying (2/Chinese Taipei)        21-18 19-21 21-18


Komentar

POPULER