Medali Emas Kedua Bagi Denmark
Viktor
Axelsen mengikuti olimpiade kali ini dengan bermodalkan unggulan ke-4. Dijadwalkan
ia akan bertemu unggulan 1 sekaligus tuan rumah pada olimpiade kali ini, Kento
Momota. Tersingkirnya Momota di fase grup mempermudah jalan Axelsen melenggang
hingga final. Untuk mencapai babak final, Axelsen hanya bertemu unggulan ke-10,
Tzu Wei Wang di 16 besar dan Shi Yuqi yang turun sebagai unggulan 11 di babak 8
besar.
Selama
olimpiade, Axelsen mampu melibas semua lawannya dari fase grup hingga final
dalam dua game langsung. Ia menyingkirkan peraih medali emas Olimpiade Rio 2016,
Chen Long dua game langsung 21-15, 21-12 di partai puncak. Viktor Axelsen mengulangi
sejarah manis bagi Denmark dan menjadikan Axelsen orang kedua yang meraih
medali emas olimpiade bagi negaranya.
Di
sisi lain, wakil Indonesia di nomor ini juga mendapat hasil yang luar biasa.
Anthony Sinisuka Ginting mengakhiri puasa medali Indonesia di sektor ini dengan
menyumbang medali perunggu. Ginting berdiri di podium ketiga usai singkirkan
pemain non unggulan asal Guatemala, Kevin Cordon 21-13, 21-11
Podium
Tunggal Putra
Gold
Medal Viktor Axelsen
(4/Denmark)
Silver
Medal Chen Long (6/China)
Bronze
Medal Anthony Sinisuka Ginting
(5/Indonesia)
Road
to Champion Viktor Axelsen
Grup
E Luka Wraber (Austria) 21-12
21-11
Grup
E Kalle Koljonen (Finlandia) 21-9 21-13
16
Besar Tzu Wei Wang (10/Chinese Taipei) 21-16 21-14
Perempat
Final Shi Yu Qi (11/China) 21-13 21-13
Semifinal Kevin Cordon (Guatemala) 21-18 21-11
Final Chen Long (6/China) 21-15 21-12
Daftar
Juara Tunggal Putra Olimpiade
1992 Alan Budikusuma (Indonesia)
1996 Poul-Erik Hoyer Larsen (Denmark)
2000 Ji Xinpeng (China)
2004 Taufik Hidayat (Indonesia)
2008 Lin Dan (China)
2012 Lin Dan (China)
2016 Chen Long (China)
2020 Viktor Axelsen (Denmark)





Komentar
Posting Komentar