Peak Performance di Saat yang Tepat
Sumber: Instagram @leeyang0812
Pebulutangkis
asal China Taipei, Lee Yang & Wang Chilin santer terdengar belakangan ini. Sejak
Asian Leg yang digelar awal tahun penampilan duo Taiwan kian membaik.
Ganda putra yang dijuluki tenaga kuda ini meraih 3 gelar selama 3 minggu
berturut-turut. Minggu pertama di Kejuaraan Yonex Thailand Open Super 1000
mereka sanggup meredam ganda putra Malaysia sekaligus peraih medali perak
Olimpiade Rio 2016, Goh V Shem/Tan Wee Kiong 21-16, 21-23, 21-19. Final Toyota
Thailand Open Super 1000 kembali menampilkan pasangan Lee Yang & Wang
Chilin menghadapi ganda putra Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik. Lee/Wang hanya
membutuhkan 36 menit untuk mengakhiri perlawanan Chia/Soh dengan skor 21-13
& 21-18. BWF World Tour Final menjadi kejuaraan terakhir di Asian Leg.
Lee Yang/Wang Chilin menunjukkan determinasinya dengan menghadang wakil
Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan dua game langsung 21-17,
23-21.
Kendati absen berlaga di All England dan batalnya Malaysia Open & Singapore
Open, mereka tetap melanjutkan trend positifnya hingga ke Olimpiade Tokyo 2020.
Partai pertama di fase grup mempertemukan pasangan ini dengan wakil India, Satwiksairaj
Rankireddy/Chirag Shetty yang berakhir dengan kemenangan ganda India dengan skor
16-21, 21-16, 25-27. Lee/Wang meraih kemenangan pertama sehabis menaklukan Ben
Lane/Sean Vendy 21-17, 21-14. Duo Taiwan ini memastikan tiket ke perempat final
usai menumbangkan ganda nomor 1 dunia, Kevin/Gideon 21-18, 15-21, 21-17.
Periode 2019/2020 pasangan ini kerap meraup beberapa gelar BWF World Tour, tetapi hanya berkisar di Super 100 hingga Super 500. Peningkatan performa dan adanya pandemi yang membuat beberapa atlet tidak turut serta Asian Leg menjadi keuntungan sendiri bagi Lee/Wang. Keduanya tidak hanya membawa pulang gelar, melainkan rasa percaya diri yang kian meningkat. Hal ini cukup diperlukan sebagai bekal menjelang olimpiade. Naiknya performa mereka berada di waktu yang tepat dan mereka memanfaatkan momen ini dengan sangat baik.
Perempat
Final Olimpiade mempertemukan antara juara grup dengan runner up dari grup
lain. Selaku Runner Up grup, Lee Yang/Wang Chilin bertemu dengan
Hiroyuki Endo/Yuta Watanabe yang keluar sebagai juara grup. Hiroyuki Endo/Yuta
Watanabe harus memupuskan harapan menyumbang medali bagi Jepang sesudah kalah
16-21, 19-21 dari Lee/Wang. Ganda yang menempati peringkat tiga dunia ini kembali
menunjukkan konsistensinya dengan menghentikan Langkah Ahsan/Hendra dengan skor
21-11 & 21-10. China gagal hattrick medali emas di ganda putra pasca
Li Junhui/Liu Yuchen menyerah dari Lee Yang/Wang Chilin 18-21, 12-21.
Selama pesta olahraga terbesar ini berlangsung, ganda terbaik Taiwan ini hanya menelan satu kekalahan dan sejak fase grup hingga babak final, Lee/Wang melibas 4 ganda unggulan di turnamen bergengsi ini. Di babak final, wakil Taiwan ini menghempaskan Li Junhui/Liu Yuchen dan menjadikan Lee Yang/Wang Chilin atlet
bulutangkis Taipei pertama yang meraih medali di Olimpiade dan medali itu adalah emas. Medali emas
Olimpiade Tokyo ini merupakan medali major event pertama bagi keduanya. Jika
mereka terus konsisten berada di top performanya, bukan tidak mungkin mereka
akan merebut tahta di sektor ganda putra.
Berikut
prestasi Lee Yang & Wang Chilin selama berpasangan:
Gold
Medal:
Tokyo
2020 Olympic Games Badminton
Winner:
BWF
World Tour Finals 2020
Toyota
Thailand Open 2020
Yonex
Thailand Open 2020
Korea
Masters 2019
India
Open 2019
Orleans
Masters 2019
Spain
Masters 2019
Runner
Up
Spain
Masters 2020
U.S.
Open 2019
Swiss
Open 2019




Komentar
Posting Komentar