Thailand Sukses di PRINCESS SIRIVANNAVARI Thailand Masters 2025, Indonesia & Singapura Tampil Mengesankan
Turnamen PRINCESS SIRIVANNAVARI Thailand Masters 2025 resmi berakhir dengan hasil gemilang bagi tuan rumah. Thailand sukses mengamankan dua gelar dari sektor ganda campuran dan tunggal putri dalam turnamen BWF Super 300 ini. Sementara itu, Singapura, Korea Selatan, dan Indonesia juga turut mencatatkan prestasi membanggakan.
Dechapol/Supissara Raih Gelar Ketiga, Buktikan Kualitas Pasangan Baru
Final dibuka dengan laga ganda campuran yang mempertemukan pasangan Thailand Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampran (unggulan keempat) melawan Dejan Ferdinansyah/Siti Fadia Silva Ramadhanti dari Indonesia. Setelah pertarungan sengit selama tiga gim, Dechapol/Supissara membalikkan keadaan dan menang dengan skor 19-21, 21-17, 21-13.
Kemenangan ini menjadi gelar ketiga bagi Dechapol/Supissara sejak dipasangkan, membuktikan bahwa Dechapol masih bisa bersaing meski tidak lagi berduet dengan Sapsiree Taerattanachai. Bagi pasangan Indonesia, kekalahan ini menjadi evaluasi penting untuk menghadapi turnamen berikutnya.
Jia Heng Jason Teh Raih Gelar Perdana di BWF World Tour
Di nomor tunggal putra, pemain asal Singapura Jia Heng Jason Teh akhirnya memecahkan kutukan runner-up setelah tiga kali gagal di final BWF World Tour. Menghadapi unggulan keenam dari China, Wang Zheng Xing, Jia Heng tampil solid dan menang dengan skor 21-18, 15-21, 21-19.
Keberhasilan ini menjadi pencapaian besar bagi Jia Heng, sekaligus membuktikan bahwa Singapura memiliki potensi besar di sektor tunggal putra.
Jin Young/Seo Seung-jae Balaskan Kekalahan dari Fikri/Daniel
Sektor ganda putra mempertemukan wakil Korea Selatan Jin Young/Seo Seung-jae dengan pasangan Indonesia Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin. Jin/Seo tampil lebih siap dan berhasil membalas kekalahan mereka dari Fikri/Daniel di turnamen sebelumnya.
Dengan kemenangan dua gim langsung, 21-18, 21-17, Jin/Seo memastikan gelar juara pertama mereka di musim ini dan menegaskan dominasi Korea Selatan di sektor ganda putra.
Siti Fadia/Lanny Tria Mayasari Catat Sejarah
Setelah bertanding di ganda campuran, Siti Fadia Silva Ramadhanti kembali berlaga di ganda putri, kali ini bersama Lanny Tria Mayasari. Mereka menghadapi pasangan Thailand Laksika Kanlaha/Phataimas Muenwong yang berstatus unggulan keempat.
Sempat tertinggal di gim pertama, Siti Fadia/Lanny bangkit dan menang dengan skor 15-21, 21-13, 21-8. Gelar ini menjadi pencapaian istimewa bagi Lanny Tria Mayasari, yang untuk pertama kalinya menjuarai turnamen BWF World Tour.
Pornpawee Chochuwong Amankan Gelar untuk Thailand di Tunggal Putri
Final tunggal putri menampilkan Komang Ayu Cahya Dewi dari Indonesia melawan Pornpawee Chochuwong, unggulan pertama sekaligus harapan besar tuan rumah. Komang, yang datang sebagai unggulan kedelapan, memberikan perlawanan sengit di gim pertama. Namun, pengalaman dan ketenangan Chochuwong membuatnya mampu membalikkan keadaan dan menang dengan skor 18-21, 21-16, 21-13.
Meski gagal membawa pulang gelar juara, langkah Komang ke final menjadi pencapaian terbaiknya di BWF World Tour. Ini membuktikan bahwa dirinya siap bersaing di level yang lebih tinggi.
Kesuksesan Thailand & Kiprah Positif Indonesia
Dengan dua gelar juara, Thailand menunjukkan dominasi mereka di kandang sendiri. Sementara itu, Indonesia juga patut berbangga dengan satu gelar di sektor ganda putri serta langkah finalis di ganda campuran dan tunggal putri.
Singapura dan Korea Selatan pun tak mau kalah dengan masing-masing mengamankan satu gelar juara. PRINCESS SIRIVANNAVARI Thailand Masters 2025 menjadi pembuka yang menarik untuk musim kompetisi BWF tahun ini.
Siapakah yang akan bersinar di turnamen berikutnya? Mari kita nantikan aksi para bintang bulu tangkis dunia!


Komentar
Posting Komentar