Desaku yang terpencil

Desaku yang terpencil, 
Di antara sawah membentang dan sungai kecil, 
Angin berbisik lirih dalam hening malam, 
Membawa cerita alam yang tak pernah padam.

Langit biru terhampar luas, 
Awan putih melayang bebas, 
Di sawah, petani dengan wajah berseri, 
Merawat bumi dengan cinta yang suci.

Rumah-rumah kayu berdiri bersahaja, 
Tanpa kilau lampu kota yang megah. 
Namun hatiku selalu pulang ke sana, 
Tempat damai yang tak terganti oleh masa.

Suara burung menyapa pagi, 
Menari-nari di bawah mentari. 
Setiap sudut penuh kenangan, 
Desaku, engkau abadi dalam ingatan.

Komentar

POPULER