DAIHATSU Indonesia Masters Super 500 2025: Thailand Bawa Pulang Dua Gelar, Indonesia Nihil Gelar
Turnamen DAIHATSU Indonesia Masters Super 500 2025 resmi berakhir dengan hasil kurang memuaskan bagi tuan rumah. Tidak ada gelar juara yang berhasil diraih Indonesia dalam ajang yang digelar di Istora Senayan, Jakarta. Sementara itu, Thailand tampil gemilang dengan membawa pulang dua gelar juara, mengungguli negara-negara lain dalam perolehan gelar.
Jepang Buka Final dengan Kemenangan di Ganda Campuran
Final dimulai dengan partai ganda campuran yang mempertemukan pasangan unggulan ketujuh asal Jepang, Hiroki Midorikawa/Natsu Saito, melawan unggulan kelima asal Tiongkok, Guo Xinwa/Chen Fanghui. Pasangan Jepang tampil dominan sepanjang pertandingan dan menang dua gim langsung dengan skor 21-15, 21-17, memastikan gelar juara pertama bagi Jepang di turnamen ini.
Thailand Raih Gelar Pertama di Tunggal Putri
Thailand meraih gelar pertamanya melalui Ratchanok Intanon di sektor tunggal putri. Pemain unggulan keenam itu berhasil menghentikan perlawanan wakil Korea Selatan, Sim Yu-jin, dalam dua gim langsung dengan skor 21-18, 21-17. Kemenangan ini semakin menegaskan bahwa Ratchanok masih menjadi salah satu pemain tunggal putri terbaik di dunia.
Korea Selatan Amankan Gelar di Ganda Putri
Setelah gagal merebut gelar di sektor tunggal putri, Korea Selatan memastikan tidak pulang dengan tangan kosong. Pasangan Kim Hye-jeong/Kong Hee-yong, yang merupakan unggulan kelima, berhasil meraih gelar ganda putri setelah melalui laga sengit melawan unggulan kedua asal Malaysia, Pearly Tan/Thinaah Muralitharan. Dalam pertandingan tiga gim yang ketat, pasangan Korea Selatan menang dengan skor 21-12, 17-21, 21-18.
Jonatan Christie Gagal Persembahkan Gelar untuk Indonesia
Harapan Indonesia untuk meraih gelar ada di sektor tunggal putra melalui Jonatan Christie, yang merupakan unggulan ketiga. Jonatan berhadapan dengan wakil Thailand, Kunlavut Vitidsarn, yang menjadi unggulan keempat. Pertandingan berlangsung ketat dan harus diselesaikan dalam tiga gim. Sayangnya, Jonatan gagal mengatasi permainan solid Kunlavut dan harus menyerah dengan skor 18-21, 21-17, 21-18. Dengan kemenangan ini, Thailand meraih gelar keduanya di turnamen ini.
Ganda Putra Malaysia Jegal Harapan Tuan Rumah
Final turnamen ditutup dengan pertandingan ganda putra yang mempertemukan pasangan unggulan pertama dari Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, melawan unggulan ketujuh asal Malaysia, Man Wei Chong/Tee Kai Wun. Fajar/Rian, yang diharapkan bisa menyelamatkan muka tuan rumah, justru tampil di bawah performa terbaik mereka. Pasangan Malaysia memanfaatkan kesempatan ini dan menang dua gim langsung dengan skor 21-11, 21-19, memastikan gelar juara bagi Negeri Jiran.
Indonesia Tanpa Gelar, Evaluasi Diperlukan
Hasil turnamen ini menjadi catatan tersendiri bagi Indonesia. Sebagai tuan rumah, Indonesia gagal meraih satu pun gelar juara, meskipun beberapa wakil berhasil mencapai final. Ini menjadi bahan evaluasi bagi tim pelatih dan pemain untuk meningkatkan performa di turnamen berikutnya.
Sementara itu, Thailand menjadi negara dengan pencapaian terbaik dengan membawa pulang dua gelar juara dari sektor tunggal putri dan tunggal putra. Korea Selatan, Jepang, dan Malaysia masing-masing meraih satu gelar dari sektor yang berbeda.
Dengan berakhirnya DAIHATSU Indonesia Masters Super 500 2025, para pemain kini bersiap untuk turnamen selanjutnya dalam rangkaian tur dunia BWF. Akankah Indonesia mampu bangkit dan meraih gelar di turnamen berikutnya? Kita nantikan aksinya!


Komentar
Posting Komentar