Review Novel You Are Invited
Buku
ini cenderung lebih ke kumpulan cerita dibanding Novel. Idenya ceritanya sangat
unik, biasanya dalam satu buku kita akan mendapat sudut pandang dari satu sampai
dua tokoh yang berbeda, tetapi buku ini memuat kisah dan konflik yang di alami
orang-orang yang akan diundang dalam pernikahan Stacy dan John.
Konflik
dari masing-masing karakter dikemas dengan baik oleh penulis. Hanya saja karena
sudut pandangnya terlalu banyak, buku ini justru terlihat kurang fokus ke tokoh
utamanya, Stacy dan John. Memang di awal sempat diceritakan awal mula pertemuan
mereka, tapi kurang membahas perkembangan hubungan mereka hingga memutuskan
untuk menikah. Kisah antara kedua tokoh utama kita hanya mendapat dua bab, di
awal saat mereka akan mengundang orang lain ke pernikahannya dan di akhir saat
pesta pernikahan.
Dari
semua tokoh dalam buku ini, saya paling kesal dengan tokoh Dina, mantan John.
Karakter seperti Dina memang sering kita temui dan mungkin banyak pula gadis-gadis
di luar sana yang mengalaminya. Jatuh cinta pada seorang pria karena tampilan
fisik, meskipun ia memiliki reputasi yang buruk. Sudah sekali jatuh, bukannya
belajar dari pengalaman justru ia malah tumbang karena masalah yang sama. Mau
“merelakan” hanya karena diiming-imingi kata-kata cinta. Begitu ia sadar Cello
hanya memanfaatkannya, ia hanya bisa bersedih dan terpuruk.
Buku
ini juga kerap mengulang percakapan antara tokohnya. Contohnya percakapan
antara Stacy dengan mantan pacarnya, Ben. Pecakapan antara keduanya terpampang
di bab awal, namun saat menceritakan sudut pandang Ben, percakapan ini kembali
muncul. Begitu pula teks pesan antara Edo dengan Sonia, tapi untuk yang satu
ini tidak begitu menganggu sih, karena teksnya hanya sedikit tidak sepanjang
obrolan Stacy dan Ben. Saya rasa jika sudah dijelaskan di bab sebelumnya,
alangkah baiknya jika tidak perlu diterangkan di bab selanjutnya. Toh, pembaca
sudah tahu apa yang dibicarakan antara kedua tokoh tersebut.



Komentar
Posting Komentar