Review Novel You Are Invited



Penulis: Kezia Evi Wiadji
Editor: Anin Patrajuangga
Desain kover & Ilustrasi: Ni Made Adenari
Penata isi: Lisa Fajar Riana
Penerbit: Grasindo
Cetakan: 2014
Jumlah hal.: iv + 211 halaman
ISBN: 9786022514930
Sinopsis :
Stacy Tanu dan John Edward, berencana melangsungkan pesta pernikahan. Selain mengundang 400 tamu, juga enam orang yang mempunyai hubungan spesial dengan kedua calon mempelai. Mereka adalah Dina, Ben, Lyla, Sonia, Edo dan James.
Beberapa minggu menjelang pesta pernikahan itu, masalah demi masalah silih berganti menghampiri mereka.
Dapatkah mereka bergabung dengan tamu undangan lain untuk merayakan pesta pernikahan Stacy dan John?



Buku ini cenderung lebih ke kumpulan cerita dibanding Novel. Idenya ceritanya sangat unik, biasanya dalam satu buku kita akan mendapat sudut pandang dari satu sampai dua tokoh yang berbeda, tetapi buku ini memuat kisah dan konflik yang di alami orang-orang yang akan diundang dalam pernikahan Stacy dan John.

Konflik dari masing-masing karakter dikemas dengan baik oleh penulis. Hanya saja karena sudut pandangnya terlalu banyak, buku ini justru terlihat kurang fokus ke tokoh utamanya, Stacy dan John. Memang di awal sempat diceritakan awal mula pertemuan mereka, tapi kurang membahas perkembangan hubungan mereka hingga memutuskan untuk menikah. Kisah antara kedua tokoh utama kita hanya mendapat dua bab, di awal saat mereka akan mengundang orang lain ke pernikahannya dan di akhir saat pesta pernikahan.

Dari semua tokoh dalam buku ini, saya paling kesal dengan tokoh Dina, mantan John. Karakter seperti Dina memang sering kita temui dan mungkin banyak pula gadis-gadis di luar sana yang mengalaminya. Jatuh cinta pada seorang pria karena tampilan fisik, meskipun ia memiliki reputasi yang buruk. Sudah sekali jatuh, bukannya belajar dari pengalaman justru ia malah tumbang karena masalah yang sama. Mau “merelakan” hanya karena diiming-imingi kata-kata cinta. Begitu ia sadar Cello hanya memanfaatkannya, ia hanya bisa bersedih dan terpuruk.

Buku ini juga kerap mengulang percakapan antara tokohnya. Contohnya percakapan antara Stacy dengan mantan pacarnya, Ben. Pecakapan antara keduanya terpampang di bab awal, namun saat menceritakan sudut pandang Ben, percakapan ini kembali muncul. Begitu pula teks pesan antara Edo dengan Sonia, tapi untuk yang satu ini tidak begitu menganggu sih, karena teksnya hanya sedikit tidak sepanjang obrolan Stacy dan Ben. Saya rasa jika sudah dijelaskan di bab sebelumnya, alangkah baiknya jika tidak perlu diterangkan di bab selanjutnya. Toh, pembaca sudah tahu apa yang dibicarakan antara kedua tokoh tersebut.

Komentar

POPULER