Review Novel Komet
Judul Buku : KOMET
Penulis : Tere Liye
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman : 384 hlm; 20 cm
Tahun Terbit : 2018
Sinopsis
:
Setelah “musuh besar” kami lolos, dunia paralel dalam
situasi genting. Hanya soal waktu, pertempuran besar akan terjadi. Bagaimana
jika ribuan petarung yang bisa menghilang, mengeluarkan petir, termasuk
teknologi maju lainnya muncul di permukaan Bumi? Tidak ada yang bisa
membayangkan kekacauan yang akan terjadi. Situasi menjadi lebih rumit lagi saat
Ali, pada detik terakhir, melompat ke portal menuju Klan Komet. Kami bertiga
tersesat di klan asing untuk mencari pusaka paling hebat di dunia paralel.
Buku ini berkisah tentang petualangan tiga sahabat.
Raib bisa menghilang. Seli bisa mengeluarkan petir. Dan Ali bisa melakukan apa
saja. Buku ini juga berkisah tentang persahabatan yang mengharukan, pengorbanan
yang tulus, keberanian, dan selalu berbuat baik. Karena sejatinya, itulah
kekuatan terbesar di dunia paralel.
Buku kelima dari serial “BUMI”
Novel ini merupakan novel kelima dari serial bumi dan
bergenre science and fantasy. Sebelumnya
ada novel Bumi, Bulan, Matahari, Bintang, serta Ceros dan Batozar yang terbit
terlebih dahulu.
Awal novel ini bermula ketika Raib, Seli, Ali dan tiga
klan bersatu untuk menggagalkan rencana si Tanpa Mahkota untuk membuka gerbang
menuju klan Komet. Namun, semuanya tidak sesuai rencana dan Ali ikut masuk ke
dalam lorong berpindah. Raib dan Seli juga ikut masuk ke dalamnya. Mereka bertiga
bertualang ke dalam klan baru yang belum pernah mereka datangi dan sangat
berbeda dengan 4 klan lainnya. Berbeda dengan klan lainnya, klan ini terdiri
dari 7 pulau dan dinamai berdasarkan hari, mulai dari senin hingga minggu.
Dalam novel ini juga terdapat tokoh baru yakni Kay dan
Nay, kedua tokoh ini cukup berperan sepanjang cerita ini. Plot twist dalam
novel ini sebenarnya cukup bisa ditebak, meskipun tetap saja ada bagian yang
mengejutkan terutama kemampuan Nay dan lokasi dari pulau dengan buah aneh itu.
Sama seperti novel sebelumnya, dalam novel ini Raib,
Ali dan Seli juga mendapat banyak halangan terutama menghadapi binatang buas,
aneh dan tidak akan ditemukan di klan lain. Namun, karena di novel sebelumnya
sudah ada cerita serupa jadi terasa kurang seru. Justru bagian Raib, Ali dan
Seli bertarung dengan bajak laut terasa lebih menarik.
Awalnya saya pikir novel ini akan berakhir pada buku
kelima, setelah membaca Ceros dan Batozar, lalu dilanjutkan dengan membaca
komet ternyata serial ini masih ada lanjutannya yaitu KOMET MINOR… akh saya
berharap di novel KOMET MINOR akhir dari serial Bumi ini. Bukan karena
serialnya jelek, namun, karena saya sudah tidak sabar menanti pertarungan antar
klan di dunia parallel.
Berikut kutipan favorit saya dalam novel Komet :
1.
Dulu Hana pernah
bilang, “Ada banyak sekali kekuatan
di dunia pararel. Tapi ketahuilah, salah satu yang paling hebat
adalah perbuatan baik.” Sekarang aku ingat kalimat bijak
itu. Dalam petualangan kali ini ternyata itulah satu-satunya
kekuatan yang bisa digunakan untuk menemukan Pulau dengan tumbuhan aneh itu. Bukan
dengan teknik pukulan berdentum, bukan pula dengan sambaran petir, melainkan
kebaikan hati. Itulah petunjuk terbaiknya.
2. Di
dunia ini ada banyak hal yang kita lihat tapi seperti tidak terlihat. Ada
banyak yang kita kenal, tapi tidak seperti yang kita kenal. Aku bisa
saja membantu kalian menyingkap rahasia, topeng, kebohongan di ruangan ini
misalnya, tapi membiarkan kalian memahaminya secara langsung akan lebih bijak. Aku
juga bisa saja menghentikan banyak kerusakan di dunia sekarang juga,tapi
membiarkan kalian belajar, tumbuh dengan hati yang jernih, akan membawa lebih
banyak kebaikan bagi dunia pararel. Berangkatlah!
3. Ketahuilah,
setiap kali sebuah cahaya bersinar sangat terang, maka bayangan yang dibuatnya
sangat gelap. Sebaliknya, saat sesuatu sangat gelap, maka dibutuhkan
cahaya terang untuk melewatinya. Keseimbangan.



Komentar
Posting Komentar