YONEX Dutch Junior International 2025: Panggung Talenta Muda Calon Bintang Masa Depan
YONEX Dutch Junior International 2025 kembali menjadi ajang unjuk kemampuan para pebulutangkis muda berbakat dari seluruh dunia. Turnamen level Junior Grand Prix ini tak hanya menyuguhkan pertandingan-pertandingan berkualitas, tetapi juga memperlihatkan calon-calon bintang yang siap melanjutkan estafet prestasi senior-senior mereka di masa depan.
Partai final dimulai dengan pertandingan ganda campuran U-19, di mana wakil Cina, Chen Jun Ting/Chen Fan Shu Tian, tampil solid dan menumbangkan unggulan kedua asal Malaysia, Datu Anif Isaac Datu Asrah/Dania Sofea, dengan skor meyakinkan 21-17, 21-14.
Cina semakin menunjukkan dominasinya di sektor tunggal putra, dengan terciptanya All Chinese Final antara Gao Bo Xiao melawan Yang Ming Yu Liu. Dalam duel sengit ini, Yang Ming Yu Liu berhasil keluar sebagai juara dengan kemenangan 18-21, 13-21.
Dari sektor tunggal putri, Thailand kembali membuktikan diri sebagai negara penghasil bakat-bakat muda potensial. Unggulan pertama, Anyapat Phichitpreechasak, tampil gemilang dengan menaklukkan unggulan ke-14 asal Korea Selatan, Kim Bo Hye, dengan skor 21-18, 21-17.
Pertandingan seru juga tersaji di sektor ganda putra U-19. Sayangnya, partai puncak berakhir kurang memuaskan setelah pasangan unggulan keempat dari Cina, Chen Jun Ting/Liu Jun Rong, memutuskan mundur di set ketiga saat tertinggal 11-6, usai berbagi skor di dua gim sebelumnya 21-18, 21-23. Gelar pun jatuh ke tangan unggulan ketujuh dari Korea Selatan, Cho Hyeong Woo/Lee Hyeong Woo.
Sementara itu, Malaysia menutup turnamen dengan manis melalui sektor ganda putri U-19. Pasangan Zi Yu Low/Dania Sofea tampil tanpa kesulitan dan memastikan satu-satunya gelar untuk negaranya dengan kemenangan telak atas wakil Jepang, Yurika Nagafuchi/Mao Oishi, 21-10, 21-10.
YONEX Dutch Junior International 2025 sukses menjadi panggung bagi pemain-pemain muda dari berbagai negara untuk menunjukkan potensi mereka.


Komentar
Posting Komentar