Indonesia Kembali Puasa Gelar di Ajang Internasional

Indonesia kembali gagal meraih gelar juara di turnamen bulu tangkis internasional. Meski menunjukkan performa yang kompetitif, langkah para pemain terhenti sebelum mencapai partai puncak. Turnamen Denmark Open Super 750 menambah daftar panjang puasa gelar bagi Indonesia, yang terakhir kali meraih trofi pada September lalu di kejuaraan Taipei Open Super 300.
Di sektor tunggal putri, Putri Kusuma Wardani dan Gregoria Mariska Tunjung menjadi dua wakil yang berhasil melangkah hingga semifinal. Putri Kusuma Wardani harus mengakui keunggulan unggulan kedua asal China, Wang Zhiyi. Meski memberikan perlawanan ketat, Putri akhirnya kalah dengan skor 20-22, 14-21.
Gregoria Mariska Tunjung pun mengalami nasib kurang beruntung. Saat menghadapi unggulan pertama dari Korea Selatan, An Se Young, Gregoria harus mengundurkan diri di tengah pertandingan karena cedera paha. Setelah berjuang di gim pertama dengan skor 20-22 dan sempat imbang di gim kedua 12-12, Gregoria tak dapat melanjutkan pertandingan dan terpaksa menyerah.
Pasangan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto menjadi harapan Indonesia di babak semifinal. Namun, mereka harus mengakui keunggulan pasangan tuan rumah, Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen. Setelah pertarungan sengit, Fajar/Rian kalah dalam tiga gim dengan skor 20-22, 21-18, 11-21.
Sementara itu, pasangan ganda putra lainnya, Bagas Maulana/Leo Rolly Carnando, harus tersingkir di babak kedua setelah ditaklukkan oleh unggulan pertama asal China, Wang Chang/Liang Weikeng, dengan skor 17-21, 18-21. Sedangkan pasangan senior Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan juga tak mampu melangkah jauh setelah kalah dari unggulan kedelapan asal Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi, dengan skor telak 8-21, 15-21.
Di sektor tunggal putra, Indonesia kembali harus kecewa. Jonatan Christie, yang diunggulkan sebagai unggulan keempat, disingkirkan oleh pemain China, Lu Guangzu, dalam pertandingan yang berjalan ketat. Jonatan kalah dengan skor 19-21, 21-8, 18-21 di babak kedua.
Anthony Sinisuka Ginting, unggulan kedelapan asal Indonesia, juga mengalami kekalahan lebih awal. Ia harus angkat koper setelah kalah dari Kenta Nishimoto dari Jepang dengan skor 12-21, 21-15, 20-22 di babak pertama.
Sektor ganda campuran juga belum berhasil menyumbang prestasi. Pasangan Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari harus mengakui keunggulan unggulan kedua dari China, Jiang Zhenbang/Wei Yaxin. Mereka kalah dalam pertarungan ketat dengan skor 11-21, 21-17, 19-21 di perempat final.
Sementara itu, pasangan Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati juga tersingkir setelah kalah dari unggulan keempat asal Hong Kong, Tang Chun Man/Tse Ying Suet, dengan skor 16-21, 21-18, 21-16. Hasil ini memperlebar head-to-head antara kedua pasangan untuk ke unggulan pasangan Hongkong.
Dengan hasil ini, Indonesia kembali harus puas tanpa gelar juara di turnamen internasional. Meski para pemain menunjukkan performa yang kompetitif, faktor cedera dan ketatnya persaingan menjadi tantangan besar. Gelar terakhir yang diraih Indonesia terjadi pada bulan September lalu di Taipei Open Super 300, dan harapan besar kini tertuju pada turnamen-turnamen mendatang.
Para atlet Indonesia diharapkan bisa bangkit dan memperbaiki performa mereka agar mampu kembali bersaing di level tertinggi. Turnamen-turnamen selanjutnya menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk mengakhiri puasa gelar dan kembali berjaya di kancah internasional.


Hasil Final Denmark Open Super 750 2024:

Anders Antonsen 🇩🇰 (2) - Koki Watanabe 🇯🇵 21-15, 21-16

Wang Zhiyi 🇨🇳 (2) - An Se Young 🇰🇷 (1) 21-10, 21-12

Liang Weikeng/Wang Chang 🇨🇳 (1) - Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen 🇩🇰 (2) 21-18, 21-17

Rin Iwanaga/Kie Nakanishi 🇯🇵 (4) - Liu Shengshu/Tan Ning 🇨🇳 (1) 21-18, 21-14

Feng Yanzhe/Huang Dongping 🇨🇳 (1) - Jiang Zhenbang/Wei Yaxin 🇨🇳 (2) 15-21, 21-18, 21-17

Komentar

POPULER