Carlos Alcaraz Lanjutkan Dominasi di Beijing
Petenis muda Spanyol, Carlos Alcaraz, kembali menunjukkan kelasnya di ajang ATP 500 dengan meraih gelar juara China Open yang diadakan di Beijing. Dalam final yang berlangsung ketat dan penuh drama, Alcaraz berhasil mengatasi perlawanan sengit unggulan pertama Jannik Sinner asal Italia dengan skor 6⁶-7⁸, 6-4, 7⁷-6³.
Pertarungan kedua bintang muda ini sesuai dengan ekspektasi penggemar tenis yang mengharapkan duel seru. Sejak awal pertandingan, baik Alcaraz maupun Sinner menunjukkan permainan agresif dan penuh energi. Set pertama menjadi milik Sinner setelah tiebreak yang berlangsung ketat, di mana Alcaraz sempat unggul namun kehilangan momentum, membiarkan Sinner menutup set dengan skor 7-6(6).
Namun, Alcaraz, yang dikenal dengan ketenangannya dalam situasi sulit, segera bangkit di set kedua. Ia bermain lebih solid, mengandalkan pukulan forehand kuat dan footwork yang lincah untuk mematahkan servis Sinner dan merebut set kedua dengan skor 6-4, memaksa pertandingan berlanjut ke set penentuan.
Di set ketiga, kedua pemain terus saling serang, dengan setiap game berjalan ketat. Tiebreak kembali terjadi di set ketiga, dan kali ini Alcaraz tidak menyia-nyiakan kesempatan. Ia menjaga fokus, memanfaatkan kesalahan kecil dari Sinner, dan menutup pertandingan dengan skor tiebreak 7-6(3).
Kemenangan ini menambah daftar panjang prestasi Alcaraz di musim 2024, dan menjadi bukti bahwa ia siap bersaing di level tertinggi. Gelar ini juga menunjukkan dominasi Alcaraz di turnamen-turnamen besar, di mana ia terus berkembang menjadi salah satu pemain terbaik di dunia.
Bagi Jannik Sinner, meskipun kalah, perjalanan ke final di Beijing menegaskan bahwa ia adalah lawan tangguh bagi siapa pun. Persaingan antara Alcaraz dan Sinner semakin menjadi salah satu yang paling menarik di dunia tenis saat ini, dan kedua pemain muda ini kemungkinan akan terus bersaing untuk gelar-gelar besar di masa depan.
Dengan kemenangan di China Open, Carlos Alcaraz semakin menegaskan posisinya di papan atas peringkat dunia dan memperkuat reputasinya sebagai pemain muda paling berbahaya di ATP Tour.


Komentar
Posting Komentar